Player ulangpelan
Body
Setelah kelas terakhir selesai, saya baru sadar suara saya sudah serak. Tadi masih bisa memberi contoh pengucapan, tetapi waktu memanggil suami dari ruang depan, suara yang keluar kecil dan kasar. Saya mengambil air hangat lalu duduk tanpa membuka pesan murid dulu. Anak saya datang membawa buku gambar dan minta ditemani, jadi kami menunjuk gambar bergantian tanpa banyak bicara. Rasanya enak sekali tidak perlu mengisi setiap jeda dengan suara. Bahu kanan masih tegang, mungkin karena seharian condong ke laptop. Setelah pindah duduk di lantai dengan punggung bersandar, saya mulai mengantuk. Papan tulis belum dibereskan, tetapi malam itu saya benar-benar ingin diam dulu.
Mind
Saya sedang menyiapkan latihan percakapan tentang membeli makanan, tetapi contoh di buku selalu terlalu lancar: penjual bertanya, pembeli menjawab, selesai. Di warung dekat rumah, orang bisa bertanya harga lalu membicarakan hujan sebelum jadi membeli. Saya ingin murid berlatih menghadapi jeda dan pertanyaan yang tidak persis seperti hafalan, tanpa membuat mereka takut duluan. Jadi saya menulis satu percakapan yang jawabannya berubah di tengah. Waktu saya coba sendiri, malah terdengar seperti soal ujian terselubung. Mungkin lebih baik mulai dari pengalaman mereka membeli sesuatu, baru mencari kalimat Inggris yang dibutuhkan. Besok saya tanya dulu, bahan ini belum harus jadi malam ini.
Emotion
Ibu memberi tahu tetangga bahwa saya bisa mengajar anaknya hari Sabtu, padahal belum bertanya kepada saya. Saya kesal, lalu merasa bersalah karena ibu jelas bermaksud membantu. Waktu saya bilang jadwalnya penuh, beliau menjawab hanya satu anak, sebentar saja. Justru kalimat itu yang membuat saya ingin marah. Seperti waktu saya tidak dihitung kalau dipakai di rumah sendiri. Saya tetap menjawab pelan, mungkin terlalu pelan sampai ibu belum mengerti bahwa saya menolak. Sesudah telepon, anak saya bertanya kenapa muka saya begitu. Saya bilang sedang kesal, bukan karena dia. Rasanya lega bisa mengatakan itu tanpa harus menjelaskan seluruh urusan orang dewasa.